Tampilkan postingan dengan label bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bayi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Desember 2013

myMetro 8 Jul 2012
 
 
PETALING JAYA: Selepas dua dekad memberi harapan kepada pasangan sukar mendapatkan anak, Pusat Perubatan Tropicana (TMC) meraikan kelahiran bayi ke 3,000 melalui hasil rawatan teknik persenyawaan luar rahim, in-vitro (IVF) di sini, semalam.
Bayi lelaki yang kini berusia empat bulan dilahirkan Ranjit Kaur selepas sembilan tahun berusaha mendapatkan cahaya mata. Lebih 100 bayi yang dilahirkan menerusi kaedah sama turut memeriahkan majlis bertema ‘Celebration of Life’.

Ketua Pegawai Eksekutif TMC, Erica Lam berkata, dengan keupayaan dimiliki, TMC bercadang menyumbang untuk pelancongan perubatan dengan menarik pelancong dari Indonesia, Singapura, Vietnam, Kemboja, China, Bangladesh dan United Kingdom mendapatkan rawatan kesuburan.
“Kejayaan berterusan ini adalah cermin komitmen tidak berbelah bahagi kami bagi memenuhi impian pasangan yang ingin mendapatkan anak melalui rawatan kesuburan yang berpatutan.

“Kami komited menyediakan perkhidmatan penjagaan kesihatan kesuburan dan reproduksi yang selamat dan berkesan,” katanya.

Menurutnya, setakat ini lebih 30 pasangan suami isteri dari Indonesia masih dalam program dan proses menjalani rawatan IVF di TMC.
innity_client = "72"; "591"; innity_channel = ""; innity_keyword = ""; src="http://innity.com/synd.js" type src="http://avn.innity.com/zone/591/1341712705866" type

Pakar Perbidanan, Sakit Puan dan Kesuburan, Dr Surinder Singh, yang juga Ketua Pusat Kesuburan TMC berkata, ada banyak punca ketidaksuburan iaitu 40 peratus berpunca daripada wanita, 40 peratus lagi lelaki manakala 20 peratus ialah kombinasi faktor berpunca daripada pasangan itu.

“Kebanyakan pasangan yang mendapatkan rawatan IVF ialah mereka yang berusia 35 tahun ke atas. Namun, bukan semua pasangan yang menghadapi masalah menjalani rawatan IVF. Kami melakukan rawatan tertentu bagi mengatasi masalah dialami, misalnya ada wanita hanya memerlukan pembedahan membuang ketumbuhan,” katanya.
GA_googleFillSlot("HM_Island_Ad_400x200");
Suri rumah, Yong Siok Fong, 38, menjalani rawatan IVF selepas dua tahun berusaha mendapatkan anak. Dia dan suami kini memiliki empat anak menerusi kaedah itu iaitu anak sulung, Ivan Choo, 6 dan kembar tiga, Choo Teng Shen, Choo Teng Song dan Choo Qin Lin, 19 bulan.

“Apa yang saya harapkan ialah semua anak sihat dan membesar dengan baik. Untuk membesarkan tiga bayi kembar bukan perkara mudah. Saya memerlukan dua pembantu bagi melancarkan urusan harian dan menjaga anak,” katanya.

Kamis, 26 Desember 2013

22 Nov 2013
Beijing, - Otoriti China hari ini mengeksekusi mati seorang lelaki yang membunuh bayi di dalam kereta yang dibawanya lari. Kes pembunuhan bayi tersebut   menggemparkan dan menuai kemarahan publik.

"Zhou Xijun telah bertemu anggota keluarganya dan kemudian dieksekusi sesuai hukum," demikian diberitakan Peoples Daily, surat khabar milik parti berkuasa China, Parti Komunis, seperti dilansir kantor berita AFP, Jumaat (22/11/2013).

Lelaki itu,   Zhou Xijun   mencuri sebuah kenderaan SUV di provinsi Jilin pada Mac lalu. Terkejut melihat ada seorang bayi laki-laki di kerusi belakang kereta, lelaki itu mencekik bayi berumur dua bulan itu. Setelah itu bayi tersebut dibuangnya di tepi jalan yang bersalji.

Ketika kejadian, orangtua bayi malang itu meninggalkannya sejenak seorang diri di dalam kereta, dengan kondisi injin kereta masih hidup.

Zhou tak lama kemudian menyerahkan diri kepada polis  setelah publik dan polis  melakukan pencarian besar-besaran untuk mengejarnya. 
Mahkamah di Changchun, ibukota Jilin, pada Mei lalu menjatuhkan hukuman mati ke atas lelaki  berumur 48 tahun itu. Dua bulan kemudian, mahkamah yang lebih tinggi menolak permohonan rayuannya.

Mahkamah Agung kemudian menguatkan hukuman mati tersebut. Dia pun dieksekusi mati hari ini di Changchun.

Otoriti China tak pernah mempublikasi jumlah total eksekusi mati yang dilakukan setiap tahun. Namun angkanya diyakini sebagai yang tertinggi di dunia.

Menurut organisasi Dui Hua Foundation yang berbasis di Amerika Syarikat, diperkirakan terjadi 3 ribu eksekusi mati pada tahun 2012 lalu. Ini merupakan penurunan 75 peratus dibanding tahun 2002 silam yang berjumlah 12 ribu eksekusi mati.detikNews

Kamis, 21 November 2013


- Saat hamil, Anda tentu rajin membaca-baca buku dan majalah mengenai kehamilan dan pengasuhan anak. Anda mendapat banyak informasi mengenai persalinan, masa-masa kurang tidur ketika si kecil telah hadir, dan cara-cara menyusui. Namun, sudah tahukah Anda bagaimana kondisi bayi yang baru dilahirkan? Misalnya, mengapa matanya juling, atau suara nafasnya berat?

Dr Alanna Levine, pakar pengasuhan anak di Orangetown Pediatric Associates di New York, membeberkan lima hal yang mungkin akan Anda temukan pada si kecil:

1. Poop-nya muncrat
Jangan mengaku baru punya bayi bila belum melihat poop yang berceceran di popoknya. Bahkan, poop-nya ini bisa mengenai ranjang atau dinding di sekitarnya. Menurut Dr Levine, Poop bayi yang baru lahir kebanyakan berupa cairan, bercampur dengan tekstur seperti mustar. Memang tidak butuh tenaga ekstra untuk membersihkannya, hanya sedikit latihan untuk membiasakan diri. Maklum saja, hal ini akan sering Anda alami.

Tinja bayi yang terbilang sehat adalah yang berwarna coklat, atau kuning kehijauan. Jika Anda melihat ada tanda-tanda darah di sana, sebaiknya Anda membawa si kecil ke dokter.

2. Suara erangan
Bayi tak hanya bisa menangis, tetapi juga mengerang, merintih, mendengus, mendengkur, dan berbagai suara aneh lainnya. Semua suara aneh tersebut disebabkan jalan di rongga hidung bayi menyempit pada awal kelahirannya. Hal ini menyebabkan lendirnya terperangkap di sana, dan menciptakan beberapa efek suara yang hebat.

Yang bisa Anda lakukan saat mendengar suara-suara ini adalah membersihkan hidung bayi dengan pompa isap untuk hidung. Perhatikan juga apakah erangan itu terdengar di setiap nafasnya. Jika ya, mungkin ia punya masalah sulit bernafas.



3. Kepalanya peyang
Persalinan bukan hanya sulit dialami oleh ibu, tetapi juga si bayi. Ia pun berusaha keras keluar dari saluran kelahirannya. Bayangkan ketika Anda mengejan saat bayi masih belum keluar sepenuhnya. Kepalanya masih lunak dan mudah dibentuk itu harus melewati tulang pinggul Anda, sehingga menyebabkan bentuknya menjadi gepeng atau peyang.

Jika tidak terjadi saat persalinan, bentuk kepala yang peyang itu juga bisa terjadi jika ia terlalu lama tidur dalam posisi telentang. Karena itu, sering-seringlah menggendong bayi Anda, demikian saran Dr Levine. Atau, pindah-pindahkan posisi mainan atau posisi tidurnya, agar ia tidak hanya menghadap ke satu sisi saja.

Nah, bila Anda sudah mencoba berbagai cara namun kepala bayi masih terlihat rata di beberapa tempat, bayi mungkin membutuhkan semacam helm sementara untuk mengoreksi bentuk kepalanya. Helm semacam ini akan efektif jika dipakai pada usia 4-6 bulan. Segera konsultasikan dengan dokter bila Anda melihat ada yang salah dengan kepalanya.

4. Penisnya bengkak
Pada bayi laki-laki, Anda mungkin akan melihat penisnya sedikit lebih besar daripada yang Anda bayangkan, khususnya pada testisnya. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh paparan hormon pada perut Anda sesaat sebelum melahirkan. Kemungkinan lain, ada cairan ekstra di dalam kantung sekitar testikelnya. Namun cairan ini akan dikeluarkan ketika si kecil buang air dalam beberapa hari berikutnya.

Hal yang sama juga terjadi pada bayi perempuan, dimana labia-nya juga terlihat membengkak pada hari-hari pertamanya. Pembengkakan ini juga akan berhenti dalam beberapa hari. Bahkan karena begitu banyaknya cairan yang akan dikeluarkan dalam beberapa hari tersebut, bayi bisa kehilangan 10 persen berat badan awalnya.

Yang perlu dikhawatirkan adalah ketika bengkak itu tak juga menghilang. Bayi laki-laki bisa mengalami kondisi yang disebut hydrocele, penimbunan cairan di dalam kantung testikelnya.

5. Matanya juling
Bayi yang baru lahir jelas baru mengeksplorasi seluruh kemampuannya, salah satunya adalah indera penglihatannya. Si kecil butuh waktu untuk menemukan kontrol ototnya, dan mengasah teknik-teknis fokusnya. Namun, mata bayi bisa saja terlihat juling, meskipun sebenarnya tidak. Lipatan kulit ekstra di jembatan hidung dapat menutupi bagian putih dari mata bayi. Hal ini bisa menciptakan suatu ilusi optikal yang disebut pseudoesotropia. Perhatikan baik-baik, apakah pupil bayi sebenarnya berbaris rata, atau bergerak bersamaan?

Menurut Dr Levine, jika bayi masih menunjukkan tanda-tanda juling atau mata yang mengembara kemana-mana hingga enam bulan, Anda perlu membawanya ke dokter. Bila mata julingnya yang menatap ke dua arah terlihat kronis, kemungkinan ia mengalami strabismus. Bila hanya satu mata yang menatap ke arah lain, hal ini disebut amblyopia.
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!