Tampilkan postingan dengan label ada. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ada. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Februari 2014



Justin Bieber membuat para penggemarnya semakin terasa dekat, hingga ikut ke dalam bilik mandi. Ya, memang sungguh unik, kini penggemar Justin Bieber boleh mendengarkan suara penyanyi ‘Baby’ itu ketika mengosok gigi.

Sebuah berus gigi diciptakan yang boleh mengeluarkan lagu-lagu populer dari Justin Bieber.Siapa yang menciptkan inovasi unik itu? Tidak lain, tidak bukan, Justin Bieber sendirilah yang memiliki idea untuk menciptakan berus gigi elektrik bersuara itu.

Dikutip dari Genius Beauty,berus gigi yang bernama‘Brush Buddies’ itu akan bekerja ketika dihidupkan tombolnya, sebagai berus gigi dan pemain musik. Ketika berusnya memutar, lagu Justin Bieber pun ikut menggema di bilik mandi.

Berus gigi ajaib itu memiliki dua pilihan. Pertama terdapat dua lagu iaitu ‘Baby’ dan ‘U Smile’. Pilihan lainnya adalah lagu ‘Somebody to Love’ dan ‘Love Me’.

Lagu diputar selama dua minit, hal ini berdasarkan waktu yang telah dianjurkan oleh ahli gigi untuk memberus gigi.Berus gigi elektrik tersebut akan dilancarkan pada bulan Julai ini di Amerika Syarikat dan dijual seharga $ US 9,99 .

Bukan hanya melancarkan berus gigi, pemuda berusia 17 tahun itu juga melancarkan dental floss dan pembersih lidah. Tertarik memiliki produk ini?

Sabtu, 15 Februari 2014

Keratan akhbar Sinar Harian kelmarin.

KUALA TERENGGANU - Tarian Ulek Mayang dan Kuda Kepang dipercayai mengandungi unsur mistik kerana sebelum ini telah banyak berlaku kejadian pelik sama ada terhadap penari atau penonton yang melihat persembahan itu secara dekat.

Timbalan Pengarah Jabatan Kebudayaan dan Kesenian Negara, Terengganu, Zahari Mat berkata, jika mengikut sejarah, tarian itu mengandungi unsur memanggil atau memuja malah sehingga sekarang masih berlaku kejadian seperti melakukan ritual secara tidak sengaja.

“Sehingga ini, setiap kali membuat persembahan biasa pun unsur ritual itu akan wujud terutama sekiranya persembahan itu diadakan ketika Maghrib atau sebelah petang dan penari menggunakan mayang pinang atau kelapa dalam persembahan itu.

“Ini sebab mayang pinang dan mayang kelapa adalah syarat pemujaan untuk memanggil dan histeria yang dialami penari atau penonton yang berlaku kini turut berlaku zaman dahulu ketika tarian," katanya.

Kata Zahari, jika dilihat pada lirik lagu Ulek Mayang juga ada unsur memanggil atau memuja.

Menurutnya, perkara itu bukan sahaja berlaku sekali dua, malah kebanyakan mereka yang terlibat dalam persembahan nyanyian dan tarian terutamanya ulek mayang berdepan pengalaman yang pelik.

“Saya agak terkejut apabila membaca berita mengenai hampir 50 anggota JPAM mengalami histeria ketika menyaksikan persembahan kuda kepang dan ulek mayang di kawasan perkhemahan dekat Jalan Pantai, Port Dickson baru-baru ini.

“Perkara begini tidak berlaku lagi sekiranya mereka yang terlibat membuat persiapan rapi sebelum persembahan,” katanya.

Zahari berkata, sepatutnya, sebelum membuat persembahan, penari dan penonton perlu mempersiapkan diri dengan pendinding seperti membaca doa selamat meminta dijauhkan daripada gangguan makhluk halus.

“Makhluk halus ada di mana-mana. Kita yang tidak nampak. Terutama di tepi sungai, pantai atau bukit kerana kawasan begitu adalah lokasi permainan mereka.

"Kawasan itu tidak sesuai untuk dibuat persembahan ulek mayang dan kuda kepang. Lainlah sekiranya diadakan di dewan," katanya.

Menurutnya, baru-baru ini pun, mereka di Jabatan Kebudayaan dan Kesenian Negara, Terengganu ada mengalami masalah serupa di mana beberapa penari dan penonton pengsan ketika mengadakan persembahan tarian ulik mayang sehingga
persembahan terpaksa dibatalkan.

Bagaimanapun, Zahari berkata, lebih elok mendapatkan nasihat dari mereka yang alim mengenai perkara ini.

“Persembahan kesenian begini tidak boleh dibuat secara suka-suka. Perlu teliti lokasi dan mereka yang terlibat perlu bersiap sedia dari segi mental dan emosi.

"Perlu banyak berdoa dan memohon agar dijauhkan daripada kejadian tidak diingini," katanya. - SinarOnline

Sabtu, 01 Februari 2014


Proklamasi 17 Agustus 1945
Pagi itu di jalan Pegangsaan Timur, Jakarta, sudah dipenuhi dengan orang-orang yang berharap peristiwa besar akan terjadi. Jumat, 17 Agustus 1945, halaman rumah di jalan Pegangsaan Timur no.56 menjadi tempat berkumpulnya para pemuda. Sebuah tiang menjadi tatapan dan mereka berharap mimpinya akan berkibar di ujung tiang itu.

Seseorang memasuki halaman, lalu menuju ke dalam rumah. Sejenak ia mendapatkan keheningan, waktu menunjukkan pukul delapan pagi. Lalu ia memasuki sebuah kamar dan mendapatinya sedang tertidur pulas. Pelan-pelan ia mengusap kaki seseorang yang terlihat lelah. Lelaki itu baru pulang pagi tadi dari Rengasdengklok.

Lelaki itu terbangun dan memandangnya. Senyumnya begitu lemah, terucap kata, “pating greges.” Tamu yang disapanya memberikan obat, setelah memeriksa ada panas di tubuh lelaki yang dibangunkannya.

Dialah seorang dokter bernama dr. R. Soeharto, dan lelaki yang mengatakan dirinya tak enak badan itu adalah Soekarno. Lalu atas persetujuan Soekarno, sang dokter memberinya sebuah suntikan chinine-urethan intramusculair. Lalu Soekarno melanjutkan tidurnya sejenak.

Pukul 9.30 pagi, Soekarno terbangun, tubuhnya terlihat lebih sehat. Ketika berjumpa dengan sang dokter, ia meminta agar Hatta segera dipanggil untuk datang.

Dengan berpakaian rapi, mengenakan pakaian serba putih (celana lena putih dan kemeja putih) dengan potongan yang saat itu popular disebut sebagai “kemeja pimpinan” dengan bersaku empat, Soekarno menyambut Hatta dan segera menuju halaman depan rumahnya. Sebuah teks Proklamasi dibacakan.

Inilah sebuah pernyataan kemerdekaan yang sebelumnya di dalam pidatonya Soekarno ada mengatakan “…sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan tanah air di tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib di tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kuatnya…”

Puncak perjuangan yang pada akhirnya harus keluar dari mulut Soekarno, sebuah bukti sejarah bahwa ia memang layak mengambil posisi untuk menyatakan itu. Karena sebelum Proklamasi ini terjadi, sebelumnya juga sudah dibacakan dua proklamasi yaitu Proklamasi Gorontalo 23 Januari 1942 dan Proklamasi Cirebon 15 Agustus 1945. Namun kedua Proklamasi ini tidak diakui sebagai buah pernyataan kemerdekaan bangsa Indonesia dalam arti sebagai hari peringatan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Proklamasi Gorontalo 23 Januari 1942
Kekalahan Belanda oleh Jepang, pada Perang di Laut Jawa, membuatnya menjadi gelap mata. Gorontalo dibumi hanguskan yang dimulai pada tanggal 28 Desember 1941. Adalah seorang pemuda bernama Nani Wartabone (saat itu berumur 35 tahun) memimpin perjuangan rakyat Gorontalo dengan menangkapi para pejabat Belanda yang masih ada di Gorontalo.

Bergerak dari kampung-kampung di pinggiran kota Gorontalo seperti Suwawa, Kabila dan Tamalate, mereka bergerak mengepung kota Gorontalo. Hingga akhirnya Komandan Detasemen Veld Politie WC Romer dan beberapa kepala jawatan yang ada di Gorontalo menyerah takluk pada pukul 5 subuh.

Dengan sebuah keyakinan yang tinggi, pada pukul 10 pagi Nani Wartabone memimpin langsung upacara pengibaran bendera Merah Putih di halaman Kantor Pos Gorontalo. Dan dihadapan massa yang berkumpul, ia berkata :

“Pada hari ini, tanggal 23 Januari 1942, kita bangsa Indonesia yang berada di sini sudah merdeka bebas, lepas dan penjajahan bangsa mana pun juga. Bendera kita yaitu Merah Putih, lagu kebangsaan kita adalah Indonesia Raya. Pemerintahan Belanda sudah diambil oleh Pemerintah Nasional. Agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban.”

Selanjutnya Nani Wartabone mengumpulkan rakyat dalam sebuah rapat akbar (layaknya peristiwa lapangan Ikada) di Tanah Lapang Besar Gorontalo untuk menegaskan kembali kemerdekaan yang sudah diproklamasikan.

Namun sayangnya ketika Jepang mendarat di Gorontalo, 26 Februari 1942, Jepang melarang pengibaran bendera Merah Putih dan memaksa rakyat Gorontalo untuk takluk tanpas syarat kepada Jepang.

Kisah Nani Wartabone terlalu panjang untuk diungkapan, walau ia di masa Jepang mengalami patah semangat ketika Jepang tak mau diajak berkompromi hingga akhirnya ia kembali ke kampung halamannya di Suwawa dan hidup sebagai petani.

Saat kekalahan Jepang oleh Sekutu, Jepang bersikap lain. Sang Saka Merah Putih diijinkan berkibar di Gorontalo dan Jepang menyerahkan pemerintahan Gorontalo kepada Nani Wartabone pada tanggal 16 Agustus 1945. Sementara rakyat Gorontalo baru mengetahui telah terjadi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta pada tanggal 28 Agustus 1945.

Nani Wartabone memimpin Gorontalo untuk masa-masa kelam berikutnya, menghadapi pasukan Belanda yang membonceng Sekutu. Dalam sebuah perundingan di sebuah kapal perang sekutu pada tanggal 30 November 1945, Belanda menangkap dan menawannya. Ia dibawa ke Manado dan dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas tuduhan makar pada tanggal 23 Januari 1942 yaitu Proklamasi yang dibacakannya.

Namun di waktu yang berjalan, kekalahan sekutu mengubah nasibnya kelak. Ia kembali ke Gorontalo pada tanggal 2 Februari 1950. Nani Wartabone pada tanggal 6 April 1950 menolak RIS dan memilih bergabung dengan NKRI. Untuk beberapa waktu ia dipercaya sebagai kepala pemerintahan di Gorontalo, hingga Penjabat Kepala Daerah Sulawesi Utara, dan anggota DPRD Sulawesi Utara. Selanjutnya ia memilih untuk kembali tinggal dan bertani di desanya di Suwawa.

Tapi itu juga tak berlangsung lama. Letkol Ventje Sumual dan kawan-kawannya memproklamasikan pemerintahan PRRI/PERMESTA di Manado pada bulan Maret 1957. Ia terpanggil kembali untuk melawan. Namun perlawanan tak seimbang, karena pasukan Nani Wartabone kekurangan persenjataan, hingga mereka memilih untuk bergerilya di dalam hutan, sekedar menghindar dari sergapan tentara PRRI/PERMESTA.

Pada bulan Ramadhan 1958 datanglah bantuan pasukan tentara dari Batalyon 512 Brawijaya yang dipimpin oleh Kapten Acub Zaenal dan pasukan dari Detasemen 1 Batalyon 715 Hasanuddin yang dipimpin oleh Kapten Piola Isa. Bersama pasukan-pasukan dari pusat inilah mereka bertinjauan merebut kembali pemerintahan di Gorontalo dari tangan PRRI/PERMESTA pada pertengahan Juni 1958.

Proklamasi Cirebon 16 Agustus 1945
Kekalahan Jepang tinggal menghitung hari saja, setelah dijatuhkannya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Namun karena Jakarta tidak termasuk jalur perang Jepang dengan Sekutu, maka yang terlihat kekuatan bala tentara Jepang masih utuh.

Suasana Jakarta tetap mencekam bagi para kelompok pergerakan. Ada 4 kelompok illegal menurut Maroeto Nitimihardjo yang tampak saat itu, yaitu kelompok Soekarni, Kelompok Sjahrir, Kelompok Mahasiswa dan Kelompk Kaigun.

Kelompok-kelompok itu mendengar Sjahrir meminta Soekarno dan Hatta untuk mempercepat pernyataan Proklamasi sekembalinya Soekarno dan Hatta dari perundingan di Dalat, Saigon dengan Marsekal Terauchi, wakil kaisar Jepang. Namun Soekarno masih menunggu kepastian dari Laksmana Maeda tentang hal kekalahan Jepang tersebut

Hal ini membuat kelompok-kelompok illegal itu marah dikarenakan mereka melihat keraguan Sjahrir selama ini untuk menjalankan kesepakatan bahwa Sjahrirlah yang harus siap memimpin kemerdekaan dikarenakan ia bersih dari pengaruh Jepang. Hingga membuat kelompok-kelompok illegal ini, tidak termasuk Sjahrir bergerak cepat.

Terjadi beberapa pertemuan antara lain di Jalan Cikini Raya 71, di Lembaga Ecykman dan di Laboratorium Mikrobiologi (di samping pasar Cikini). Wikana dan dr. Darwis ditugaskan untuk mendesak langsung Soekarno-Hatta (tanpa perantara Sjahrir) untuk memproklamirkan kemerdekaan yang berujung dengan “penculikan” atau membawa Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok. Gerak cepat yang tak ragu-ragu ini akhirnya melahirkan sebuah peristiwa di pagi hari di tanggal 17 Agutus 1945 sebagai hari kemerdekaan.

Di waktu yang berjalan cepat dalam ketidak pastian peristiwa, seorang bernama dr.Soedarsono (ayah dari Juwono Soedarsono) datang bertemu Maroeto Nitimihardjo (seperti pengakuannnya di buku berjudul “Ayahku Maroeto Nitimihardjo Mengungkap Rahasia Gerakan Kemerdekaan” karangan Hadidjojo, anak Maroeto) di sebuah ‘pengungsian’ bagi istri dan anaknya yaitu di desa Perapatan, sebelah barat Palimanan, 30 km jauhnya dari Cirebon tempat dr.Soedarsono berasal. Dr.Soedarsono meminta teks Proklamasi yang dibuat Sjahrir yang katanya dititipkan pada Maroeto. Namun Maroeto menyatakan tidak ada.

Hingga dr.Soedarsono menjadi berang dan berkata, “Saya sudah bersepeda 60 kilometer hanya untuk mendengar, Sjahrir tidak berbuat apa-apa. Katakan kepada Sjahrir, saya akan membuat proklamasi di Cirebon.”

Dan akhirnya terkabarlah bahwa Proklamasi itu dibuat dan dibacakan oleh dr.Soedarsono pada pagi hari tanggal 16 Agustus 1945 di alun-alun Cirebon yang dihadiri sekitar 150 orang. Sehari sebelum Soekarno membacakan Proklamasi di penggangsaan Timur 56 Jakarta.

Namun kisah yang dipaparkan Maroeto berbeda dengan kisah yang diungkap oleh Des Alwi, anak angkat Sjahrir. Menurutnya, teks proklamasi yang dibacakan Soedarsono adalah tinjauan karya Sjahrir dan aktivis gerakan bawah tanah lainnya yang melibatkan Soekarni, Chaerul Saleh, Eri Sudewo, Johan Nur, dan Abu Bakar Lubis. Penyusunan teks dilakukan di Asrama Prapatan Nomor 10, Jakarta, pada 13 Agustus 1945.

Ada sebaris teks proklamasi yang diingat oleh Des Alwi yaitu : “Kami bangsa Indonesia dengan ini memproklamirkan kemerdekaan Indonesia karena kami tak mau dijajah dengan siapa pun juga.

sumber http://lintasberitaonline.blogspot.com/2010/08/ternyata-ada-3-proklamasi-di-indonesia.html

Rabu, 01 Januari 2014

Hiasan pada tubuh (manusia) berupa penyematan benda (terutama dari logam, tetapi dapat pula tulang, gigi, atau tanduk) berbentuk tertentu secara semi permanen atau permanen dengan cara ditembuskan pada kulit. Pada masyarakat modern, kebanyakan alasan orang mengenakannya adalah untuk perhiasan (ornamental), meskipun praktik tradisional pada masyarakat tertentu sering kali memiliki makna ritual keagamaan atau sosial.

Oleh kalangan punk atau gerakan pasca modern lainnya seperti grunge dan alternative, tindik tubuh dapat menjadi simbol pemberontakan atas kemapanan. Alasan lainnya adalah untuk kepuasan seksual. Bagian tubuh yang disemat tindik yang paling banyak dikenal orang adalah bagian bawah daun telinga. Tindik ini secara khusus diberi nama anting-anting. Tapi Coba anda tengok tindikan berikut ini dijamin ente bakalan kaget.
Langsung saja:

Salah satu paling sering diajukan-tentang anggota komunitas modifikasi BME adalah "Fishmaul"("Fishmouth") atau "Zygzag", yang dikatakan untuk memakai colokan besar di pipi tindikan membentang.
 

Pada 4 Maret 2006, Kam Ma menghabiskan 7 jam dan 55 menit yang ditembus oleh Charlie Wilson di Art Tubuh Sunderland di Inggris. Ketika tubuh terpanjang dunia menusuk sesi berakhir, Charlie Wilson telah menembus Kam Ma rekor 1.015 kali, semua tanpa menggunakan obat bius.
Brent Moffatt dari Winnipeg, Kanada, ditusuk dengan jarum bedah sendiri untuk menciptakan rekor Guinness untuk tindikan tubuh yang paling, di Montreal, 13 Desember 2003. Moffatt dimasukkan 900 jarum ke kakinya untuk memecahkan rekor sebelumnya 702 tindikan.
Dalam sebuah aksi publisitas aneh, Dr Wei Sheng ditusuk jarum dekoratif 2008 di kepalanya, wajah, tangan dan dada dalam lima warna cincin Olimpiade. Aksi dr Sheng bukan pertama kalinya dia mendapatkan ketenaran untuk menempelkan pin dalam tubuhnya. Pada tahun 2004 dia mendapatkan Guinness World Record setelah menusuk jarum 1790 ke dalam kepalanya.
Orang ini adalah Rafa Gnomo, ia harus menjadi orang gila untuk memiliki bibir dimodifikasi aneh dan gila.


sumber 

Rabu, 18 Desember 2013

Kajian Kesihatan dan Morbiditi Kebangsaan 1996 telah memberi petunjuk bahawa terdapat lebih kurang 8.3 peratus penduduk di Malaysia yang menghidapi penyakit kencing manis. Tapi apa yang kini menjadi masalah ialah masalah kencing manis yang dihadapi tidak disedari oleh separuh dari mereka

Jumlah penghidap kencing manis yang besar ini juga tidak boleh dijadikan ukuran bahawa penyakit ini adalah penyakit yang biasa dihadapi dan tidak perlu dipandang berat.

Penyakit kencing manis boleh dikatakan sebagai ibu segala penyakit. Ini kerana penyakit kencing manis boleh menjadi punca kepada penyakit yang lebih kronik yang boleh membawa maut seperti
penyakit jantung, angin ahmar, penyakit kronik ginjal dan ulser kaki.

Tiada ubat yang spesifik untuk penyakit kencing manis buat masa ini. Sesetengah ubat yang diambil secara teratur
bagaimanapun boleh mengawal penyakit kencing manis. Pesakit juga dinasihatkan mengamalkan kesihatan yang betul.


Penyakit kencing manis secara asas sainsnya dikaitkan dengan kadar gula yang berlebihan dalam peredaran darah. Ini terjadi kerana badan kekurangan hormon yang dipanggil insulin. Hormon ini diperlukan untuk menukar gula kepada tenaga dalam badan kita. Ia dihasilkan oleh organ bernama pankreas yang terletak di bawah perut.

Share

Follow fadah5 on Twitter

Kamis, 21 November 2013


Bahasa "alay" atau bahasa gaul di Indonesia ternyata tidak hanya berlangsung pada zaman sekarang saja, bahkan telah ditemukan sejak tahun 1835 silam.



Hal tersebut dikemukakan SST.Wisnu Sasongko, pakar bahasa dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa RI, pada acara pemantauan dan sosialisasi penggunaan bahasa di ruang publik, yang digelar di hotel Rahmat Gorontalo, Rabu (9/11/2011).


Menurut dia, bahasa alay ditemukan pada naskah bertuliskan huruf Jawa kuno, yang berjudul "Angling Dharma".


Dalam naskah itu, kata ratu ditulis dengan menggunakan kata "Ro" sebanyak tujuh kali sehingga terbaca sebagai ratu. Padahal jika merujuk pada tata bahasa jawa kuno, semestinya kata ratu ditulis dengan menggunakan "Ro", "To" dan "Wulu".


"Kalau hanya ditulis dengan Ro sebanyak tujuh kali, maka artinya menjadi tujuh atau pitu sehingga terbaca R dan Tu," jelasnya.


Untuk itu, menurutnya, bahasa alay senantiasa ada setiap zaman, namun hal itu tidak perlu dikhawatirkan dapat merusak tatanan bahasa Indonesia. "Sifatnya hanya sementara, tidak akan bertahan lama," Kata dia.


Acara pemantauan dan sosialisasi penggunaan bahasa di ruang publik, diikuti oleh wartawan, penyiar radio, serta staf humas sejumlah instansi pemerintahan di Gorontalo. Dalam kesempatan itu, Badan Bahasa juga menyosialisasikan undang-undang RI nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

kompas.com

Sabtu, 16 November 2013



Alasan Windows 8 Tidak Ada "Start" Menu - Setelah menemani pengguna selama 17 tahun sejak pertama kali muncul di Windows 95, tampilan menu "Start" tak akan dipakai - lagi di sistem operasi Windows 8 yang rencananya akan diluncurkan bulan Oktober.


Sebabnya, menurut Kepala Manajer Program Microsoft Chaitanya Sareen, adalah karena menu Start sudah jarang dipakai oleh pengguna.



"Ini terjadi pada Windows 7. Karena taskbar bisa digunakan untuk mem-pin program, pengguna jadi sering menempelkan program-program di taskbar. Akibanya, penggunaan menu Start turun drastis," ujar Sareen, seperti dikutip oleh PC Pro.



Tren tersebut disimpulkan berdasarkan data telemetri dari Program Peningkatan Pengalaman Pengguna Microsoft.



Hal lain yang juga diungkapkan adalah, berkat fungsi pinning taskbar pada Windows 7, pengguna jadi lebih sering memakai tombol shortcut untuk membuka aplikasi ketimbang membuka menu Start. "Cukup tekan kombinasi tombol Windows dan 1, maka program pertama yang di-pin di taskbar akan langsung berjalan. Proses ini cepat sekali," tandas Sareen.



Selama ini, penghapusan tombol Start di Windows 8 dianggap sebagai cara Microsoft memaksa pengguna untuk beradaptasi dengan antarmuka Metro di sistem operasi tersebut. Metro ditujukan sebagai pengganti menu Start yang dinilai Microsoft sudah usang.



Icon "Start" pada Windows 8 tak lagi memunculkan menu Start ketika di-klik, tapi meluncurkan tampilan Metro. Fitur antar muka baru Windows 8 ini menjadi salah satu hal yang paling kontroversial dan sering diperdebatkan dari sistem operasi anyar yang belum resmi dirilis tersebut.



Tampilan Metro sendiri terdiri dari bingkai-bingkai (tile) berisi shortcut program dan tampilan informasi aktual sehingga sesuai untuk perangkat berbasis touchscreen.



Meski begitu, Sareen menolak mengatakan bahwa interface Windows 8 hanya cocok untuk perangkat seperti smartphone dan tablet. Interface Metro, menurutnya, "bisa bekerja baik dengan mouse dan keyboard".


Sumber
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!