Sabtu, 08 Februari 2014

Harga Head printer Epson R230 dan Bagaimana cara memperbaiki head printer Epson R230 tinta tidak keluar? Di artikel sebelumnya saya perna membahas cara memperbaiki print head yang tersumbat dan cara membersihkan head printer yang tersumbat. Ditulisan kali ini saya akan berbagi informasi bermanfaat yang saya temukan. Langsung saja simak tanya-jawab berikut :

@naruto: Kerusakan tinta printer Epson R230 tidak mau keluar : service yang sudah dilakukan adalah cleaning software (ssc), sedot tinta dengan nozel diisi cleaner,rendam head di cairan cleaner, semuanya kurang lebih da 5 kali kecuali cleaning software, kurang lebih dah 10kali. mau saya ulangi takut ngefek pada head. tapi tinjauannya masih tetap dan tidak berubah baik line yang tidak rata maupun head yang buntu. Pertanyaannya masih mungkinkah head ini diperbaiki...? jika masih, cara terbaiknya bagaimana..?

@arrabon: Harus dilihat dulu apakah head printer R230 itu sudah cacat fisik atau blm, bila sudah ada garis kilap di nozzle headnya, berarti sudah rusak pak, bisa di coba juga ganti tintanya dulu, karena tinta akeno lebih kental pak, cara cuci bisa dengan melepas head, pasang suntik berisi cairan pembersih yg ada selangnya di tiang nozzle, lalu tekan perlahan, nozle buntu akan terlihat pada pancuran yang keluar pada head..

@naruto: terimakasih pak arrabon. coba saran bapak saya kerjakan. karena saya awam bongkar r230, mungkin agak lama laporan tinjauannya.saya dah beli tinta blueprint untuk pengganti akeno.dan rencana setelah cek fisik, akan saya aplikasikan tinta itu.

@arrabon: Kalau mas tdk bisa bongkar headnya, masukan saja cairan cleaning ke dalam cartrige, cleaning dengan maintenance 3x jangan lebih, lalu diamkan 20 menit, cleaning lagi 3x lalu pasang cartrige yg berisi Tinta, lalu cleaning lagi 3x tinjauannya bisa di lihat... Cleaning 3x untuk mendapatkan ink charging yang penyedotannya lebih kuat....

@naruto: sudah saya ambil headnya, trus saya periksa bagian bawah. ternyata ada sebagian sari head yang warnanya beda, seperti kena goresan. trus saya coba melakukan injecsi dari atas menggunakan air hangat, terlihat pemancaran airnya tidak rata. ini berarti harus ganti head ya pak arrabon...?kira2 harganya berapa ya...? Sumber Tulisan: forum.chip.co.id/printer-scanner/168454-konsultasi-head-epson-r230.html

Harga Head printer Epson R230

Nah..untuk Harga Head printer Epson R230 adalah kurang lebih berkisar Rp 700.000an dan untuk informasi harga printer Epson R230 baru, teman-teman bisa penusuri blog saya ini. Semoga bermanfaat.

Tulisan berhubungan lainnya:
Harga baru printer Epson L100
Mengatasi Printer Inkjet macet
Epson R230 printer khusus cetak DVD

Jumat, 07 Februari 2014

Mypressi Twist

Mypressi telah memperkenalkan mesin espresso pertama di dunia yang penuh portabel. Disebut "Twist," adalah mesin kopi bergaya portabel, ringan dan mudah untuk digunakan, sedangkan menjanjikan sebuah pengalaman kopi yang luar biasa di perjalanan.

Espresso waker

Lee Espresso waker dirancang untuk membantu Anda membuka mata Anda dengan bau dari espresso secangkir teh. Yang membutuhkan pelayan untuk berjalan di kamar Anda dengan secangkir kopi panas untuk mengucapkan selamat pagi?

Coffee Mixer

Gambar ilham dari struktur kerang, Iran desainer Behzad Hormoz telah dibuat mixer kopi unik namun canggih yang tampaknya untuk memperkaya pengalaman Anda menyeduh. Membungkus sebuah ketel terbuat dari Pyrex, segelas borosilikat dengan koefisien ekspansi rendah digunakan untuk gelas tahan panas dalam memasak dan kimia, dalam struktur bola selesai dalam plastik, perusahaan bir kopi mengintegrasikan baterai isi ulang, sehingga dapat digunakan selama perjalanan dengan keluarga atau teman-teman

IMO Coffee maker

Mendapatkan secangkir kopi diseduh baik sendiri bukan masalah besar dengan IMO canggih pembuat kopi. Ini telah dirancang untuk memperkaya pengguna dengan pengalaman membuat kopi yang unik.

Presovar oleh Necas Martin

Dibuat oleh desainer Ceko Martin Necas, Presovar merupakan generasi berikutnya dari pembuat kopi desainer yang tidak hanya dilakukan untuk tee tetapi juga menambah petunjuk untuk glamor dengan ruang dapur. Desain grafis fitur siluet tak beraturan yang langsung meminjamkan itu identitas sebagai sebuah karya seni.

Coffee Machine

Dirancang oleh Kamil Kurka, lulusan dari University of West Bohemia, Institut Seni dan Desain, sebagai salah satu proyek semester selama kursus tentang Desain Industri.

Podi coffee maker

Dirancang oleh Vinod Gangotra untuk Selec Line (Asia), yang "podi" adalah pembuat kopi melayani tunggal untuk digunakan dengan kaku kapsul. 

sumber

Kamis, 06 Februari 2014


ADA sebabnya mengapa setiap kenderaan diberikan had laju tertentu ketika berada di jalanraya mahu pun melepasi selekoh. Seharusnya undang-undang dipatuhi saja kerana pihak berkuasa sudah tentu telah menjalankan kajian sebelum menguatkuasakan had laju sesuai.

Jika tidak mematuhi had laju sepatutnya, inilah contoh terburuk yang boleh berlaku.

Bayangkan, pemandu sebuah lori yang sarat dengan muatan balak boleh ‘layan corner’ dengan selamba. Padahnya, kayu-kayu balak yang diikat di belakang lori tercabut lalu menghentam penghadang jalan.

Malangnya, ada pula manusia sedang berada di situ sewaktu kejadian itu berlaku. Maka, berlakulah tragedi kematian ngeri ala Final Destination.

Sewaktu layan corner pemandu lori mungkin hanya terfikir bahawa dia melanggar undang-undang. Tapi bila ada nyawa yang melayang seperti ini, bersedialah untuk menjawab dan bedepan tindakan undang-undang.

Walaupun kejadian ini berlaku di luar negara, kita sebagai pemandu boleh mengambil iktibar supaya sentiasa mematuhi undang-undang jalanraya. Siapa boleh menduga, kalau kecuaian kita boleh mengkibatan nyawa orang lain melayang seperti ini. – REM RAMZI

Selasa, 04 Februari 2014

 Oleh Md Izwan
October 11, 2012
KUALA LUMPUR, 11 Okt — Naib Presiden PKR, Chua Tian Chang, menggesa perdana menteri (PM) Datuk Seri Najib Razak memberikan penjelasan ekoran pendedahan perjumpaan sulit beliau dengan spekulator mata wang asing George Soros pada tahun 2010.

Gesaan tersebut dilakukan oleh ahli parlimen Batu itu semasa sesi perbahasan di parlimen petang tadi.
“Najib seperti Mahathir juga pernah mengadakan perjumpaan sulit dengan Soros,” kata Chua (foto fail).
“Saya berharap PM dapat berikan bukti atas dakwaan pertemuan sulit antaranya dengan Soros pada 2010. Saya mohon penjelasan.”

Pendedahan tersebut dilakukan oleh ahli parlimen Subang, R. Sivarasa, minggu lepas semasa perdebatan dengan ketua penerangan Perkasa, Ruslam Kassim.
Chua juga menyelar sikap kerajaan yang bersandiwara dan memutar belit fakta dengan bertindak menyerang badan bukan kerajaan (NGO) yang menerima dana asing dengan tujuan untuk menumbangkan kerajaan pusat.

Mantan PM, Tun Dr Mahathir Mohamad, juga didakwa oleh Chua pernah bertemu dengan Soros bagi melobi untuk mendapatkan dana bagi sebuah NGO yang menentang peperangan pada 2006.
Susulan pendedahan dalam debat tersebut, media hari ini melaporkan Najib pada telah bertemu Soros pada hari sama dia menyampaikan ucapan sulungnya di Perhimpunan Agung Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) di New York.

Pada 21 September laporan muka depan NST melaporkan bahawa beberapa NGO termasuk kumpulan hak asasi manusia SUARAM dan organisasi reformasi pilihanraya Bersih telah menerima dana dari sumber-sumber asing sebagai sebahagian daripada plot untuk menggulingkan kerajaan.

Rentetan insiden tersebut, rata-rata aktivis mendakwa mereka kini menjadi sasaran kempen jahat selepas beberapa akhbar pro Barisan Nasional (BN) menerbitkan cerita mendakwa organisasi seperti SUARAM dan Bersih mengambil dana asing sebagai sebahagian daripada plot untuk menjejaskan kestabilan negara.
Pelbagai pertubuhan-pertubuhan bukan kerajaan tempatan telah dinamakan dalam laporan NST, termasuk SUARAM, Lawyers for Liberty, Gabungan Pilihanraya Bersih dan Adil (Bersih) dan Pusat Kewartawanan Independen (CIJ).

Kebelakangan ini, NGO Malaysia yang dilihat kritikal kepada kerajaan telah diserang menerusi laporan media yang mengatakan terdapat pembiayaan dana asing dari Soros, termasuk Malaysiakini dan Suara Rakyat Malaysia (SUARAM).

Sementara itu, NGO lain yang menerima dana daripada spekulator mata wang tersebut ialah Majlis AIDS Malaysia (MAC) yang ketika ini masih tidak terjejas akibat tuduhan tersebut.
Bulan lepas, Datuk Seri Mohamed Nazri Aziz berkata bahawa penerimaan dana asing bukan satu perkara yang menjadi isu.

Senin, 03 Februari 2014

Salam bloggerunix, halo sobat ketemu lagi dengan saya. Saya kali ini akan ngebahas inject indosat terbaru dan Work 100%. nama injectnya isat ngasal



Bagi yang belum punya inject indosatnya, sihlakan bisa di download dibawah ini! ayo gan buruan !

DOWNLOAD !!!

NB : Gabungkan dengan SSH sobat, dengan listen port default 7071 (screenshot diatas ane ganti sama 8080) lalu buka Proxifiernya..  salam bloggerunix selamat berinject ria ~ 

Minggu, 02 Februari 2014


saya hina islam2

Penjaga cybercafe, Ng Mun Tatt, 24, diculik di hadapan sebuah restoran di Taman Sri Muda, Shah Alam, oleh lapan lelaki dipercayai berbangsa Melayu dengan menaiki sebuah kereta jenis Toyota Alphard.
Sumber yang diterima TerengganuToday memberitahu, semasa kejadian, remaja berbangsa Cina itu sedang makan bersama teman wanitanya sekitar pukul tiga pagi.
Bagaimanapun, teman wanita mangsa tidak dilarikan dan diapa-apakan.
Barang berharga milik lelaki itu seperti beg duit, telefon bimbit dan rantai emas dikembalikan kepada teman wanita mangsa semasa mangsa dilarikan.
Kereta yang menggunakan nombor pendaftaran palsu itu melarikan mangsa ke kawasan hutan sebelum ditinggalkan di Lebuhraya Duke, berhampiran susur masuk ke Setiawangsa, dalam keadaan bogel.
Seluar, baju dan pakaian dalam dilarikan Toyota Alphard terbabit.
Mangsa mendakwa, badannya diconteng oleh suspek kerana perbuatan remaja Cina itu yang mengaku “MENGHINA ORANG MELAYU DAN ISLAM DI LAMAN SOSIAL SEPERTI FACEBOOK DAN TWITTER”
Mangsa juga mengaku telah mencampakkan bangkai babi di hadapan rumah dan surau orang Islam yang menjadi sasaran parti DAP untuk cetuskan ketegangan kaum dan agama.
Menurut sumber itu lagi, sehingga kini hanya satu laporan polis dibuat oleh orang awam yang menemui mangsa. sumber


saya hina islam

Sabtu, 01 Februari 2014


Proklamasi 17 Agustus 1945
Pagi itu di jalan Pegangsaan Timur, Jakarta, sudah dipenuhi dengan orang-orang yang berharap peristiwa besar akan terjadi. Jumat, 17 Agustus 1945, halaman rumah di jalan Pegangsaan Timur no.56 menjadi tempat berkumpulnya para pemuda. Sebuah tiang menjadi tatapan dan mereka berharap mimpinya akan berkibar di ujung tiang itu.

Seseorang memasuki halaman, lalu menuju ke dalam rumah. Sejenak ia mendapatkan keheningan, waktu menunjukkan pukul delapan pagi. Lalu ia memasuki sebuah kamar dan mendapatinya sedang tertidur pulas. Pelan-pelan ia mengusap kaki seseorang yang terlihat lelah. Lelaki itu baru pulang pagi tadi dari Rengasdengklok.

Lelaki itu terbangun dan memandangnya. Senyumnya begitu lemah, terucap kata, “pating greges.” Tamu yang disapanya memberikan obat, setelah memeriksa ada panas di tubuh lelaki yang dibangunkannya.

Dialah seorang dokter bernama dr. R. Soeharto, dan lelaki yang mengatakan dirinya tak enak badan itu adalah Soekarno. Lalu atas persetujuan Soekarno, sang dokter memberinya sebuah suntikan chinine-urethan intramusculair. Lalu Soekarno melanjutkan tidurnya sejenak.

Pukul 9.30 pagi, Soekarno terbangun, tubuhnya terlihat lebih sehat. Ketika berjumpa dengan sang dokter, ia meminta agar Hatta segera dipanggil untuk datang.

Dengan berpakaian rapi, mengenakan pakaian serba putih (celana lena putih dan kemeja putih) dengan potongan yang saat itu popular disebut sebagai “kemeja pimpinan” dengan bersaku empat, Soekarno menyambut Hatta dan segera menuju halaman depan rumahnya. Sebuah teks Proklamasi dibacakan.

Inilah sebuah pernyataan kemerdekaan yang sebelumnya di dalam pidatonya Soekarno ada mengatakan “…sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan tanah air di tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib di tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kuatnya…”

Puncak perjuangan yang pada akhirnya harus keluar dari mulut Soekarno, sebuah bukti sejarah bahwa ia memang layak mengambil posisi untuk menyatakan itu. Karena sebelum Proklamasi ini terjadi, sebelumnya juga sudah dibacakan dua proklamasi yaitu Proklamasi Gorontalo 23 Januari 1942 dan Proklamasi Cirebon 15 Agustus 1945. Namun kedua Proklamasi ini tidak diakui sebagai buah pernyataan kemerdekaan bangsa Indonesia dalam arti sebagai hari peringatan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Proklamasi Gorontalo 23 Januari 1942
Kekalahan Belanda oleh Jepang, pada Perang di Laut Jawa, membuatnya menjadi gelap mata. Gorontalo dibumi hanguskan yang dimulai pada tanggal 28 Desember 1941. Adalah seorang pemuda bernama Nani Wartabone (saat itu berumur 35 tahun) memimpin perjuangan rakyat Gorontalo dengan menangkapi para pejabat Belanda yang masih ada di Gorontalo.

Bergerak dari kampung-kampung di pinggiran kota Gorontalo seperti Suwawa, Kabila dan Tamalate, mereka bergerak mengepung kota Gorontalo. Hingga akhirnya Komandan Detasemen Veld Politie WC Romer dan beberapa kepala jawatan yang ada di Gorontalo menyerah takluk pada pukul 5 subuh.

Dengan sebuah keyakinan yang tinggi, pada pukul 10 pagi Nani Wartabone memimpin langsung upacara pengibaran bendera Merah Putih di halaman Kantor Pos Gorontalo. Dan dihadapan massa yang berkumpul, ia berkata :

“Pada hari ini, tanggal 23 Januari 1942, kita bangsa Indonesia yang berada di sini sudah merdeka bebas, lepas dan penjajahan bangsa mana pun juga. Bendera kita yaitu Merah Putih, lagu kebangsaan kita adalah Indonesia Raya. Pemerintahan Belanda sudah diambil oleh Pemerintah Nasional. Agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban.”

Selanjutnya Nani Wartabone mengumpulkan rakyat dalam sebuah rapat akbar (layaknya peristiwa lapangan Ikada) di Tanah Lapang Besar Gorontalo untuk menegaskan kembali kemerdekaan yang sudah diproklamasikan.

Namun sayangnya ketika Jepang mendarat di Gorontalo, 26 Februari 1942, Jepang melarang pengibaran bendera Merah Putih dan memaksa rakyat Gorontalo untuk takluk tanpas syarat kepada Jepang.

Kisah Nani Wartabone terlalu panjang untuk diungkapan, walau ia di masa Jepang mengalami patah semangat ketika Jepang tak mau diajak berkompromi hingga akhirnya ia kembali ke kampung halamannya di Suwawa dan hidup sebagai petani.

Saat kekalahan Jepang oleh Sekutu, Jepang bersikap lain. Sang Saka Merah Putih diijinkan berkibar di Gorontalo dan Jepang menyerahkan pemerintahan Gorontalo kepada Nani Wartabone pada tanggal 16 Agustus 1945. Sementara rakyat Gorontalo baru mengetahui telah terjadi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta pada tanggal 28 Agustus 1945.

Nani Wartabone memimpin Gorontalo untuk masa-masa kelam berikutnya, menghadapi pasukan Belanda yang membonceng Sekutu. Dalam sebuah perundingan di sebuah kapal perang sekutu pada tanggal 30 November 1945, Belanda menangkap dan menawannya. Ia dibawa ke Manado dan dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas tuduhan makar pada tanggal 23 Januari 1942 yaitu Proklamasi yang dibacakannya.

Namun di waktu yang berjalan, kekalahan sekutu mengubah nasibnya kelak. Ia kembali ke Gorontalo pada tanggal 2 Februari 1950. Nani Wartabone pada tanggal 6 April 1950 menolak RIS dan memilih bergabung dengan NKRI. Untuk beberapa waktu ia dipercaya sebagai kepala pemerintahan di Gorontalo, hingga Penjabat Kepala Daerah Sulawesi Utara, dan anggota DPRD Sulawesi Utara. Selanjutnya ia memilih untuk kembali tinggal dan bertani di desanya di Suwawa.

Tapi itu juga tak berlangsung lama. Letkol Ventje Sumual dan kawan-kawannya memproklamasikan pemerintahan PRRI/PERMESTA di Manado pada bulan Maret 1957. Ia terpanggil kembali untuk melawan. Namun perlawanan tak seimbang, karena pasukan Nani Wartabone kekurangan persenjataan, hingga mereka memilih untuk bergerilya di dalam hutan, sekedar menghindar dari sergapan tentara PRRI/PERMESTA.

Pada bulan Ramadhan 1958 datanglah bantuan pasukan tentara dari Batalyon 512 Brawijaya yang dipimpin oleh Kapten Acub Zaenal dan pasukan dari Detasemen 1 Batalyon 715 Hasanuddin yang dipimpin oleh Kapten Piola Isa. Bersama pasukan-pasukan dari pusat inilah mereka bertinjauan merebut kembali pemerintahan di Gorontalo dari tangan PRRI/PERMESTA pada pertengahan Juni 1958.

Proklamasi Cirebon 16 Agustus 1945
Kekalahan Jepang tinggal menghitung hari saja, setelah dijatuhkannya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Namun karena Jakarta tidak termasuk jalur perang Jepang dengan Sekutu, maka yang terlihat kekuatan bala tentara Jepang masih utuh.

Suasana Jakarta tetap mencekam bagi para kelompok pergerakan. Ada 4 kelompok illegal menurut Maroeto Nitimihardjo yang tampak saat itu, yaitu kelompok Soekarni, Kelompok Sjahrir, Kelompok Mahasiswa dan Kelompk Kaigun.

Kelompok-kelompok itu mendengar Sjahrir meminta Soekarno dan Hatta untuk mempercepat pernyataan Proklamasi sekembalinya Soekarno dan Hatta dari perundingan di Dalat, Saigon dengan Marsekal Terauchi, wakil kaisar Jepang. Namun Soekarno masih menunggu kepastian dari Laksmana Maeda tentang hal kekalahan Jepang tersebut

Hal ini membuat kelompok-kelompok illegal itu marah dikarenakan mereka melihat keraguan Sjahrir selama ini untuk menjalankan kesepakatan bahwa Sjahrirlah yang harus siap memimpin kemerdekaan dikarenakan ia bersih dari pengaruh Jepang. Hingga membuat kelompok-kelompok illegal ini, tidak termasuk Sjahrir bergerak cepat.

Terjadi beberapa pertemuan antara lain di Jalan Cikini Raya 71, di Lembaga Ecykman dan di Laboratorium Mikrobiologi (di samping pasar Cikini). Wikana dan dr. Darwis ditugaskan untuk mendesak langsung Soekarno-Hatta (tanpa perantara Sjahrir) untuk memproklamirkan kemerdekaan yang berujung dengan “penculikan” atau membawa Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok. Gerak cepat yang tak ragu-ragu ini akhirnya melahirkan sebuah peristiwa di pagi hari di tanggal 17 Agutus 1945 sebagai hari kemerdekaan.

Di waktu yang berjalan cepat dalam ketidak pastian peristiwa, seorang bernama dr.Soedarsono (ayah dari Juwono Soedarsono) datang bertemu Maroeto Nitimihardjo (seperti pengakuannnya di buku berjudul “Ayahku Maroeto Nitimihardjo Mengungkap Rahasia Gerakan Kemerdekaan” karangan Hadidjojo, anak Maroeto) di sebuah ‘pengungsian’ bagi istri dan anaknya yaitu di desa Perapatan, sebelah barat Palimanan, 30 km jauhnya dari Cirebon tempat dr.Soedarsono berasal. Dr.Soedarsono meminta teks Proklamasi yang dibuat Sjahrir yang katanya dititipkan pada Maroeto. Namun Maroeto menyatakan tidak ada.

Hingga dr.Soedarsono menjadi berang dan berkata, “Saya sudah bersepeda 60 kilometer hanya untuk mendengar, Sjahrir tidak berbuat apa-apa. Katakan kepada Sjahrir, saya akan membuat proklamasi di Cirebon.”

Dan akhirnya terkabarlah bahwa Proklamasi itu dibuat dan dibacakan oleh dr.Soedarsono pada pagi hari tanggal 16 Agustus 1945 di alun-alun Cirebon yang dihadiri sekitar 150 orang. Sehari sebelum Soekarno membacakan Proklamasi di penggangsaan Timur 56 Jakarta.

Namun kisah yang dipaparkan Maroeto berbeda dengan kisah yang diungkap oleh Des Alwi, anak angkat Sjahrir. Menurutnya, teks proklamasi yang dibacakan Soedarsono adalah tinjauan karya Sjahrir dan aktivis gerakan bawah tanah lainnya yang melibatkan Soekarni, Chaerul Saleh, Eri Sudewo, Johan Nur, dan Abu Bakar Lubis. Penyusunan teks dilakukan di Asrama Prapatan Nomor 10, Jakarta, pada 13 Agustus 1945.

Ada sebaris teks proklamasi yang diingat oleh Des Alwi yaitu : “Kami bangsa Indonesia dengan ini memproklamirkan kemerdekaan Indonesia karena kami tak mau dijajah dengan siapa pun juga.

sumber http://lintasberitaonline.blogspot.com/2010/08/ternyata-ada-3-proklamasi-di-indonesia.html
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!