Tampilkan postingan dengan label alasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alasan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Desember 2013





Secara kasar, menikah berarti "bersatu-nya" dua jenis mahluk hidup atau mati, bisa manusia dengan manusia, manusia dengan tanaman, manusia dengan robot sex, manusia dengan unta, dan lain-lain. Tujuan dari menikah sendiri adalah untuk meresmikan sebuah hubungan agar sah menurut norma agama, norma hukum, dan norma sosial.


Lantas hal – hal apa saja yang membuat kamu harus menikah? Berikut beberapa alasannya:


1. Karena Cinta

Tidak bisa dipungkiri, cinta merupakan alasan utama yang paling sering dilakukan dua jenis makhluk untuk menikah. Apabila kamu sudah menemukan pasangan yang cocok, saling mencintai, keuangan sudah mapan, yakin bahwa kamu akan lebih banyak bahagianya dibanding sedihnya, ingin punya keturunan bersama, dan ingin menghabiskan sisa hidup kamu sama orang ini, itu berarti kamu beneran cinta sama pasangan kamu dan itu tentunya merupakan sebuah alasan yang sungguh kuat. Selamat lho, gak semua orang bisa dapet pengalaman itu.



2. Karena Dipaksa

Emang masih jaman menikah karena dipaksa? Eisss, jangan salah! Sampai detik ini masih banyak makhluk – makhluk yang dipaksa untuk menikah. Misalkan:




Dipaksa Orang Tua a.k.a Dijodohin
Biasanya terjadi kalo orang tua kamu orangnya dominan dan ingin yang terbaik untuk kamu (atau terbaik untuk image mereka, gak tau juga sih). Kalau dipaksa menikahnya dengan orang yang ganteng / cantik, badannya bagus, dan kaya-raya sih gak masalah ya, malah bisa jadi berkah. Kalau dipaksa menikahnya sama hal terburuk yang bisa kamu bayangkan, itu sih derita kamu.


Dipaksa Majikan
Biasanya sering dirasakan oleh para makhluk peliharaan. Para majikan biasanya melakukan ini agar keturunan makhluk peliharaannya tetap bagus, trus turunannya bisa dijual mahal. Gitu deh.

3. Karena Telat "Cabut"

Ini adalah salah satu alasan utama kenapa orang "harus menikah". Telatnya bisa dua macem sih, sengaja atau gak sengaja. Yang sengaja telat cabut biasanya dilakukan oleh orang-orang yang desperate ingin dinikahi, seperti misalnya cowok-cowok yang merasa ceweknya gak mau nikah sama dia atau mungkin cewek matre.


Sementara yang telat cabut, biasanya ya karena keenakan aja sih. Atau mungkin mau sok-sok kuat bisa nahan gitu, tapi gak tahan. Jadi deh.


Nah, itulah beberapa alasan kenapa orang harus menikah. Kalo alasan kamu apa nih?






Selasa, 03 Desember 2013

Berikut adalah terjemahan dari situs pribadi Asia Carrera - Ratu porno terkenal era 90 - tentang alasan kenapa Doi memilih untuk menjadi seorang bintang film porno.

Mengapa saya menjadi aktris film porno walaupun aku menyadari bahwa aku pintar dan dapat melakukan hal lain yang aku inginkan?



Sebenarnya saya telah bosan dan capai sekali menjawab pertanyaan ini berulang-ulang, jadi dalam kesempatan ini akan saya beritahukan jawaban saya untuk terakhir kalinya – Ini dia…

Oke, mungkin semua orang banyak yang mengatakan saya pintar (atau bahkan jenius), namun saya hanya menyadari bahwa saya pintar bukan karena pendidikan, namun hanya karena saya terlahir dengan kepala yang lebih encer. Jadi, dapat dikatakan dengan singkat bahwa saya hanya seorang anak yang: a) Beruntung karena terlahir dengan genetic yang baik, b) Tekanan dari orang tua yang berlatar belakang pendidik. Perlu kalian ketahui bahwa keluargaku selalu menginginkan saya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Harvard dan berprofesi menjadi seorang dokter atau pengacara, tapi sebenarnya yang paling saya inginkan hanyalan bermain piano dan menghabiskan waktuku bersama teman-teman.

Sekilas Info > Ingin tau Cara Memutihkan Kulit? atau Cream Wajah dan Pemutih Kulit yang aman silakan di klik tulisanya yah.

Perlu dikatakan, bahwa saya dan kedua orang tua saya sangat keras kepala. Ayah saya lahir di Jepang dan ibu saya lahir di Jerman. Mereka berdua adalah penganut dari “paham lama” (yang biasa disebut orang “old school” –red), memiliki disiplin yang sangat tinggi, berpegang teguh pada prinsip, dan sangat suka memaksakan kehendak mereka pada diri saya. (Ayahku adalah seorang lulusan Universitas Caltech yang memperoleh beasiswa penuh pada bidang Matematika dan Fisika.)

Saya selalu dihukum tidak boleh keluar rumah setiap kali mendapatkan nilai “B” pada salah satu mata pelajaran, dan selalu mendapatkan omelan dan pukulan setiap kali mendapat nilai lebih rendah lagi. Saya tidak pernah diperbolehkan untuk bersosialisasi, baik itu pergi untuk berpesta, ataupun hanya sekedar menonton film di bioskop, karena orang tuaku selalu mengatakan padaku bahwa saya dapat melakukan semua kegiatan itu setelah mendapatkan kuliah di universitas yang baik. Walaupun mendapatkan hukuman-hukuman semacam itu, saya selalu melakukan apa yang selayaknya dapat anak-anak (Amerika) lakukan, saya mengendap-ngendap keluar dari rumah. Walau kemudian seringkali tertangkap dan kemudian mendapatkan pukulan lagi. Dan kemudian dihukum lebih lama. Yah, tidak perlu dikatakan lebih terperinci lagi, tapi garis besarnya adalah bahwa saya mengalami masa kecil yang sungguh tidak bahagia. (Bahkan saya sering kali terpikir untuk bunuh diri).

Hmm, saya ingat di usia saya belum mencapai 17 tahun, saya lari dari rumah. Saya tinggal dan menetap di mana saya dapat tumpangan, baik itu tinggal bersama pengamen jalanan, bersama teman, bersama orang asing, di hotel, dan bahkan suatu ketika saya tinggal di tenda. Saya selalu bekerja di saat saya memperoleh kesempatan untuk itu, tapi kita ketahui bersama, bahwa sungguh sulit untuk bekerja (di Amerika) di usia yang belum mencapai 17 tahun, jadi saya selalu mengalami hari-hari tanpa uang. Seringkali saya pergi ke sekolah hanya untuk mengemis sebuah Doritos (Sneak –red) dari temen-teman sekolah untuk mengisi perut saya. Bahkan kadang kala saya terpaksa untuk bercinta dengan orang asing padahal saya tidak pernah menginginkannya, tapi itu semua hanya untuk mendapatkan tempat untuk bermalam dan makanan yang layak. Seringkali aku lebih senang memilih untuk melakukan hal-hal mengemis ini ketimbang harus kembali ke rumah.

Pada akhirnya, pemerintah mengetahui bahwa saya tinggal sendiri tanpa pengasuh, dan mereka pun kemudian memberikan saya untuk diasuh dalam sebuah keluarga asuh. Keluarga asuh saya sama seperti keluarga saya sendiri, mereka sangat keras, dan saya tidak pernah diperbolehkan untuk keluar berkencan ataupun berpesta. Ini adalah kedua kalinya saya merasa tertekan, apalagi setelah saya merasakan suasana bebas di luar, namun bagaimana pun juga, saya tetap tinggal bersama keluarga asuh hingga saya menyelesaikan sekolah menengah atas. Dan kemudian, untuk kedua kalinya saya lari dari tempat saya tinggal saat usia saya mencapai 18 tahun. Saya menyadari bahwa uang saya hanya cukup hingga musim gugur dating dan itu berarti sebentar lagi, kemudian saya mendaftar ke Universitas Rutgers dan berhasil mendapatkan beasiswa penuh.

Sebenarnya saya ingin mengakui satu hal, bahwa saya berangkat ke kampus bukan untuk belajar, namun hanya karena mereka menjanjikan makanan hangat dan tempat tidur gratis, jadi saya tidak perlu mengemis di jalanan ataupun menjajakan tubuh saya pada orang asig hanya untuk hidup. Empat tahun di bangku kuliah sungguh menyiksa saya, rasanya ingin sekali menghabiskannya dalam satu hari. Saya juga pernah bekerja sebagai bartender, dan saya sering berharap untuk menjadi seorang penari striptease karena saya dengar mereka mendapatkan banyak uang dari pekerjaan mereka.

Pada suatu kesempatan, pemilik bar meminta saya untuk membawakan minuman untuk sebuah pesta pribadi dengan berpakaian minim dan menjanjikan pada saya akan dibayar sebanyak $100. WOW!!! Seratus dollar sungguh menarik bagi saya, sehingga tanpa berpikir lagi langsung saya setujui. Sebelum melakukan pekerjaan itu, saya minum banyak sekali Vodca untuk meningkatkan rasa berani. Ketika saya memasuki pesta itu, saya melihat banyak sekali penari striptease yang disewa oleh orang itu dan mereka mendapatkan uang seperti memungut sampah. Tapi saya sendiri bersyukur karena dari situ berhasil memperoleh $300 dollar dan saya sangat senang. Saya tidak pernah memiliki uang sebanyak itu seumur hidup saya.

Hari berikutnya, saya kembali menenggak sebotol Vodca ketika saya disewa untuk menari go-go. Saya bekerja sebagai penari go-go selama 7 malamselama seminggu dan saya dapat memperoleh $1000 dollar dalam seminggu. (Oh ya, saya masih menyimpan dollar pertama yang saya peroleh dari menari go-go hingga hari ini). Tak lama kemudian, saya menjadi seorang penari dengan bayaran tertinggi di bar itu. Namun bayaran itu tetap tidak cukup. Saya pernah mendengar bahwa gadis-gadis muda akan dibayar sangat tinggi sebagai model film dan foto bagi majalah dewasa. Saya sangat tertarik tawaran itu…

Saya kemudian pergi ke sebuah took 7-11 dan membeli sebuah majalah pria, dan kemudian mengirimkan foto saya pada alamat yang tertera pada majalah itu. Tak seberapa lama kemudian, pihak redaksi majalah merespon surat saya dan mengirimkan saya sebuah alamat untuk sesi fotografi di New York. Seusai sesi pemotretan, saya menanyakan pada sang fotografer untuk mendaftar sebagai pemain film porno, dan dia kemudian memberikan sebuah nomor telp. Ia adalah sutradara di Los Angeles bernama Bud Lee (tapi saya memanggilnya Bud-guy), dan kemudian saya terbang ke LA dengan sebuah koper dan boneka teddy-bear kesayangan saya. Oleh Bud Lee, saya berhasil memerankan satu hingga dua film.

Mungkin banyak orang yang merasa saya akan menyesali apa yang telah saya lakukan, tapi asalkan kalian tahu: saya tidak pernah merasa sebahagia ini seumur hidup saya dan saya berhasil memperoleh yang saya impikan dari jerih payah saya sendiri. Saya memiliki pekerjaan yang menyenangkan, dan pada akhirnya saya dapat kembali bermain piano, melukis, menulis dan membalas surat-surat di website saya!

Saat ini, saya telah selesai berkarya di dunia “fuck-the-world”. Saya menabung dan berinvestasi untuk masa depan saya, dan saya akan menyelesaikan studi saya dengan suka cita. Setelah sebelumnya saya menjadi dewasa, sekarang ini saya menjadi seorang ibu dan juga bekerja sebagai stock-analyst. Dan jika suatu hari nanti saya meninggal dunia, saya telah menyisihkan uang yang saya peroleh untuk membantu dan menghidupi anak-anak terlantar dan korban dari kekerasan rumah tangga. Itulah harapan saya…

Peluk,

ASIA CARRERA

PS – Hingga sekarang ini, saya tidak pernah marah dan dendam pada kedua orang tua saya. Saya tahu bahwa mereka hanya ingin yang terbaik bagi diri saya, hanya saja mereka menekan saya terlalu keras, itu saja. Menjadi seorang yang sukses memang hal yang membanggakan, dan itu memang harus kita usahakan, tapi dalam meraih kesuksesan, kita tidak pernah boleh mengorbankan kebahagiaan. Saya rasa, kebahagiaan harus dating terlebih dahulu, dan kemudian kesuksesan akan dating dengan sendirinya.

sumber : http://berita-aneh.blogspot.com/2008/10/alasan-asia-carrera-terjun-ke-dunia.html

Sabtu, 16 November 2013



Alasan Windows 8 Tidak Ada "Start" Menu - Setelah menemani pengguna selama 17 tahun sejak pertama kali muncul di Windows 95, tampilan menu "Start" tak akan dipakai - lagi di sistem operasi Windows 8 yang rencananya akan diluncurkan bulan Oktober.


Sebabnya, menurut Kepala Manajer Program Microsoft Chaitanya Sareen, adalah karena menu Start sudah jarang dipakai oleh pengguna.



"Ini terjadi pada Windows 7. Karena taskbar bisa digunakan untuk mem-pin program, pengguna jadi sering menempelkan program-program di taskbar. Akibanya, penggunaan menu Start turun drastis," ujar Sareen, seperti dikutip oleh PC Pro.



Tren tersebut disimpulkan berdasarkan data telemetri dari Program Peningkatan Pengalaman Pengguna Microsoft.



Hal lain yang juga diungkapkan adalah, berkat fungsi pinning taskbar pada Windows 7, pengguna jadi lebih sering memakai tombol shortcut untuk membuka aplikasi ketimbang membuka menu Start. "Cukup tekan kombinasi tombol Windows dan 1, maka program pertama yang di-pin di taskbar akan langsung berjalan. Proses ini cepat sekali," tandas Sareen.



Selama ini, penghapusan tombol Start di Windows 8 dianggap sebagai cara Microsoft memaksa pengguna untuk beradaptasi dengan antarmuka Metro di sistem operasi tersebut. Metro ditujukan sebagai pengganti menu Start yang dinilai Microsoft sudah usang.



Icon "Start" pada Windows 8 tak lagi memunculkan menu Start ketika di-klik, tapi meluncurkan tampilan Metro. Fitur antar muka baru Windows 8 ini menjadi salah satu hal yang paling kontroversial dan sering diperdebatkan dari sistem operasi anyar yang belum resmi dirilis tersebut.



Tampilan Metro sendiri terdiri dari bingkai-bingkai (tile) berisi shortcut program dan tampilan informasi aktual sehingga sesuai untuk perangkat berbasis touchscreen.



Meski begitu, Sareen menolak mengatakan bahwa interface Windows 8 hanya cocok untuk perangkat seperti smartphone dan tablet. Interface Metro, menurutnya, "bisa bekerja baik dengan mouse dan keyboard".


Sumber
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!